PURBALINGGA (20/11/2025) – Dalam rangka mendekatkan materi pembelajaran dengan dunia nyata, Konsentrasi Keahlian Agribisnis Ternak (AT) SMKN 2 Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Guru Tamu Program PKPM (Peningkatan Kapabilitas Manajerial Berbasis Industri). Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 ini menghadirkan praktisi dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purbalingga serta pelaku UMKM kuliner lokal.
Ketua Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak, Ibu Sri Esthi Nurani, S.Pt., menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan tingkatan kelas dan kebutuhan kompetensi murid.
Bekal Keselamatan Kerja untuk Kelas XI
Sesi pertama yang dimulai pukul 07.30 WIB bertempat di Ruang RPS ATU. Murid kelas XI AT 1, 2, dan 3 mendapatkan materi krusial mengenai “Keselamatan Kerja Bidang Peternakan”.


Tidak tanggung-tanggung, sekolah menggandeng tim dari Damkar Kabupaten Purbalingga sebagai narasumber. Materi ini diberikan agar murid memahami prosedur K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang benar, guna meminimalisir risiko kecelakaan saat menangani ternak maupun peralatan kandang di lapangan.
Pelatihan Wirausaha Kuliner untuk Kelas X
Sementara itu, bagi murid kelas X, kegiatan difokuskan pada pengolahan hasil ternak dan kewirausahaan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di dua lokasi berbeda dengan melibatkan praktisi UMKM.




Di Laboratorium Pasca Panen, seluruh murid kelas X AT 1 dan sebagian murid kelas X AT 3 (nomor presensi 1-18) belajar langsung dari pelaku usaha “UMKM Cilok Bumbu Kacang”. Mereka diajarkan teknik pembuatan cilok yang higienis, enak, dan bernilai jual.
Secara bersamaan di Laboratorium Hama dan Penyakit, seluruh murid kelas X AT 2 dan sisa murid kelas X AT 3 (nomor presensi 19-36) mendapatkan pelatihan dari “UMKM Mirza Fried Chicken“. Di sini, murid mempraktikkan cara pembuatan ayam goreng tepung (fried chicken) yang renyah dan sesuai selera pasar.
Melalui bimbingan langsung dari para praktisi ini, sekolah berharap murid Agribisnis Ternak tidak hanya mahir dalam budidaya, tetapi juga memiliki kesadaran keselamatan kerja yang tinggi serta jiwa wirausaha untuk mengolah produk peternakan menjadi komoditas yang bernilai ekonomi lebih.

