Tim sepak bola SMKN 2 Purbalingga berhasil meraih juara 2 dalam Turnamen Bupati Cup 2024 yang dilaksanakan di GOR Goetoer Dardjono selama hampir dua minggu. Turnamen tersebut dilaksanakan terhitung sejak pertandingan pertama pada Sabtu, 07 September hingga final match Jumat, 20 September 2024.

Perjuangan mereka tentu tidak mudah, karena tim sepak bola SMAKDA perlu menghabiskan waktu satu bulan penuh untuk berlatih dan mempersiapkan diri. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Zaki sebagai kapten tim sepak bola SMAKDA dalam wawancara yang dilakukan di instagram Jurnal SMAKDA pada Senin, 23 September 2024. Menurutnya selain berlatih selama sebulan penuh, mereka juga menjaga pola makan, dan pola istirahat dengan baik agar bisa mengikuti pertandingan tersebut dengan lancar, dan tetap fit.

Selain mendapatkan juara 2, salah satu anggota tim sepak bola SMAKDA pun berhasil meraih penghargaan top scorer dalam turnamen bupati cup tersebut. Anggota tim tersebut bernama Panca Aditia yang sudah diwawancarai di instagram Jurnal SMAKDA. Panca menyebutkan bahwa sejak awal ia memang sudah menargetkan untuk mendapatkan top scorer. Hasil tersebut didapatkan berkat ia meniru gaya bermain salah satu pemain timnas Indonesia. Pemain tersebut adalah Marselino Ferdinand yang cukup banyak memberikan pengaruh kepadanya.

Mereka berhasil mempersembahkan Juara Bupati Cup yang mereka persembahkan untuk para pendukungnya. Mereka pun berharap bisa melangkah lebih jauh lagi, dan bisa mendapatkan juara 1 dalam kompetisi selanjutnya.

Selain Zaki dan Panca, tim Jurnal SMAKDA pun melakukan wawancara dengan pelatih tim sepak bola SMKN 2 Purbalingga. Mereka adalah pak Hadistiyan sebagai pelatih dan mas Faiz sebagai salah satu tim pelatihnya. Mas Faiz sempat menyebutkan jika saat awal latihan, tim sempat mengalami beberapa kendala internal, tapi untuk latihan di hari selanjutnya untungnya tidak mengalami kendala lain. Pak Hadistiyan pun turut menyampaikan pendapat tentang tim yang paling kuat menurutnya adalah tim dari SMKN 1 Kutasari yang saat itu mendapatkan juara 1,

“Tim yang paling kuat ya tim yang juara satu, itu memang kuat baik dari segi taktikal, fisik, atau kedalaman squad dari tim SMKN 1 Kutasari yang memang jauh lebih kuat dari SMKN 2 Purbalingga. Namun, semangat pantang menyerah anak-anak yang membuat mereka tetap fight sampai peluit akhir babak final dibunyikan” papar pak Hadistiyan.

Dalam wawancara tersebut, pak Hadistiyan juga menjelaskan kalau sejak awal pihak pelatih tidak pernah menargetkan anak-anak untuk mencapai babak final, “dalam setiap pertandingan sistem gugur, kan, final ya, kalau kalah ya pulang. Maka target kami yang penting anak-anak bisa bermain bagus. Bermain bagus atau jelek itu tergantung mereka. Hasil pertandingan juga tergantung dari bagaimana mereka selama permainan 60 menit.”

“Kalau diputar kembali, insyaallah, mas Faiz, mas Ozan dan teman-teman lain, yang masih peduli dengan sepak bola di SMAKDA, akan menyiapkan tim yang insyaallah akan jauh lebih baik dan siap. Mulai dari seleksi yang dilakukan secara terbuka, karena ternyata masih banyak anak SMAKDA yang memiliki potensi tapi belum muncul di permukaan” tutup pak Hadistiyan dalam wawancara tersebut.

Penulis : Dayla
Penyunting : Fajar Dwi Pamuji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *